Sidak Pasar, Wawali Samarinda Temukan Udang Formalin

Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda melakukan inspeksi mendadak ke beberapa tempat perbelanjaan, baik pasar tradisional maupun pasar modern.

Tujuannya untuk memonitor harga serta menyaksikan secara langsung stok komoditas yang ada di pasaran.

Dikatakan Nusyirwan, sidak tersebut juga untuk memonitor ketersedian barang sekaligus memastikan makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat benar-benar layak konsumsi.

“Selain mengecek harga-harga barang, sidak ini juga untuk memastikan semua jenis makanan yang dijual layak dikonsumsi,” terangnya, Kamis (12/12/2013).

Dalam sidang itu, kata Nusyirwan, pihaknya menemukan beberapa jenis bahan makanan yang terindikasi mengandung formalin, seperti makanan laut jenis udang yang ditemukan di pasar Segiri dan ikan layur peda di Giant Supermarket. Sampel bahan makanan yang terindikasi mengandung formali kemudian dibawa ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diteliti lebih lanjut.

“Untuk makanan yang terindikasi mengandung formalin langsung dibawa ke BPOM untuk diperiksa. Jangan sampai di pasar-pasar ada jenis makanan yang tidak layak, karena akan membahayakan si pembeli,” jelasnya.

Selain kondisi jenis makanan, lanjut Nusyirwan, pihaknya juga mendata harga-harga bahan makanan. Hasilnya, beberapa komoditas di sejumlah pedagang dan supermarket seperti ayam potong dan cabai merah kering mengalami kenaikan Rp 5.000. Sementara harga daging sapi tetap stabil di angka Rp 105.000 per kilogram.

Wakil Wali Kota mengimbau agar masyarakat membeli barang secukupnya dan sesuai kebutuhan. Sebab, meski Natal dan tahun baru sebentar lagi, namun stok makanan dan barang di pasaran masih banyak.

“Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jangan terpancing dengan isu yang mengatakan harga bahan kebutuhan pokok akan naik sehingga melakukan pembelian besar-besaran,” tutupnya.