Demo Antikorupsi, 6 Mahasiswa Banyuwangi Lepas Siput

Enam aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi menggelar aksi diam di depan kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (12/12/2013).

Mereka tidak melakukan orasi dan hanya menyebar-nyebarkan uang mainan kepada para pengguna jalan. Selain itu, mereka juga melepaskan seekor siput di depan kantor Pemkab Banyuwangi.

Sebelumnya, para mahasiswa yang menggunakan topeng para pelaku korupsi seperti Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, Boediono dan Andi Malarangeng melakukan long march menuju kantor Bupati Banyuwangi dengan melambaikan tangan dengan posisi terikat dan menarik mobil mainan berisi uang.

"Aksi ini kami lakukan sebagai gambaran para koruptor yang sudah tidak punya malu. Terbukti bersalah tapi tetap saja berlagak baik," ungkap Siwo, koordinator aksi kepada Kompas.com, Kamis (12/12/2013).

Sedangkan siput, ungkap Siwo, merupakan simbol dari lambannya tindak lanjut dan peran serta pemerintah daerah dalam memerangi kasus korupsi.

"Aksi diam ini adalah klimaks dari rasa miris dan ketidakpuasan mahasiswa terhadap beberapa kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banyuwangi. Mulai dari kasus pembangunan Ruang Terbuka Hijau dan tambang emas Tumpang Pitu yang disinyalir sarat akan praktik korupsi," jelas Siwo.

Mahasiswa berharap, Pemerintah Daerah Banyuwangi lebih aktif memerangi korupsi dan mengancam akan melakukan aksi yang sama dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak direspons oleh pemerintah. "Sesuai dengan poster yang kami bawa, kami sepakt jika pelaku korupsi harus dihukum mati," pungkasnya.